Sabtu, 09 April 2011

Cinta Sejati



Seorang pria dan kekasihnya menikah. Acara pernikahan itu sungguh  megah. Semua kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang memakai gaun putih dan pengantin pria memakai tuxedo hitam. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
            Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “sayang aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan!” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. “kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana mengubahnya dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…”suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal yang disukai dari pasanganya dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasanganya mencatat hal-hal yan kurang baik. Sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
            Keesokan saat sarapan, mereka siap mendiskusikan hal tersebut. “aku akan mulai lebih dulu ya,” kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak disukainya dari sang suami, ia memerhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…
            “maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya. “Oh tidak, lanjutkan saja…” jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membaca semua yang telah dia tulis. Setelah usai, dilipatnya kertas itu dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia. “sekarang gantian ya, bacakan daftarmu, sayang!”
            Dengan suara pelan suaminya berkata, “aku tidak mencatat sesuatu pun di kertasku. Aku berpikir, engkau sempurna bagiku, dan aku tidak ingin mengubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satu pun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…”. Sang istri tersentak dan tersentuh dengan pernyataan isi hati suaminya. Si suami menerima dirinya apa adanya. Si istri menunduk dan menangis.
Dalam hidup ini kita sering merasa kecewa karena hidup ini tak seperti yang kita harapkan. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan sisi-sisi buruk hidup. Hidup ini penuh dengan keindahan, sukacita dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu dengan memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan menyakitkan jika kita bisa menemukan hal-hal yang indah disekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihathal-hal yang baik disekeliling kita dan mensyukurinya.
Trover klein.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar